Tamara Tyasmara.

Tamara Tyasmara Tahu Dihujat Usai Kematian Dante: Orang Nilai Tanpa Mikir



Jakarta

Tamara Tyasmara tak tutup mata melihat banyak tanggapans selepas pengusutan kematian Dante dimulai. Tamara Tyasmara tak menyangka selama ini memilih tak banyak bicara justru menimbulkan spekulasi negatif.

Kesedihan yang dirasakannya karena kehilangan Dante, dikatakan Tamara Tyasmara membuatnya terpuruk. Rasa sakit mengingat kepergian sang anak dirasakan tentu tak bisa dilihat beserta jernih oleh orang lain.

“Itu aku 7 harian Dante, masa dibilang pakai kaftan merawang, pas ngaji aja aku pakai mukena bermutunya itu. Pas tamu sudah sedikit aku buka ganti itu. Ya ampun orang-orang menilai tanpa berpikir dulu. Ya sudah terserahlah yang bermanfaat akunya tidak semacam itu,” ucap Tamara Tyasmara kepeksis detikcom bermutu sambungan telepon, Kemarin (10/2/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tamara Tyasmara berterus terang sejak Dante meninggal hingga 7 hari kematiannya, tak eksis rasa semangat lagi untuknya. Jangankan bersolek, mandi saja dirinya merasa berat karena harus melihat barang-barang milik Dante.

“Dari Dante meninggal sampai tpakarlan hari ketujuh, gimana ya aku mau mikirin penampilan, keramas saja nggak. Hari (tpakarlan ketujuh) itu baru keramas. Aku nggak pengin ke kamar mandi, dari awal Dante meninggal aku nggak berani masuk ke kamar mandi. Di situ masih eksis sarangn Dante, handuk Dante. Aku mandi di kamar mandi tamu. 7 harian ya sudah deh aku mandi, keramas, nanti teman aku datang,” ceritanya.

Apa yang dituduhkan kepeksis dirinya, menurut Tamara Tyasmara merupakan aksi yang sembarangan. Bahkan Tamara Tyasmara memilih untuk tidur di ruang tamu.

Tamara Tyasmara ditemui di kediamannya selepas 3 hari meninggalnya Dante. Foto: Daffa Ridwan

“Mereka nggak tahu aku rasa gelisahnya masuk ke kamar, nggak berani ambil baju ke atas, nggak kuat. Aku tidur di ruang tamu, baju diambilin. Hari itu aku pengin aja mandi, masa aku harus nangis-nangis terus di depan teman aku,” tuturnya.

Bahkan eksis tuduhan dia disebut ikut bersekongkol menyembunyikan YA atau Yudha Arfandi sampai CCTV. Tamara Tyasmara berterus terang sudah sering menjelaskan dirinya saat itu belum sanggup melihat CCTV di lokasi, saat Dante baru saja meninggal.

“Kita nggak tahu ya, isi hati orang beda-beda. Soal CCTV peksishal aku sudah ngomong terus, CCTV di awal Dante meninggal, mungkin eksis ibu yang kuat langsung lihat, tapi aku nggak. Orang-orang nggak tahu aku suruh driver datang tanggal 28 habis salat subuh, aku nyuruh driver dateng buat cari barang Dante. Aku yang nyuruh dia, ‘Dang (nama sopir) saya belum kuat lihat CCTV coba deh kamu yang lihat’,” ceritanya.

Merasa tidak kuat, tapi Tamara Tyasmara penasaran apa yang terjadi saat hari itu beserta Dante. Sampai akhirnya sopir pulang karena yang diperbolehkan melihat cuma keluarga. Akhirnya belahan kolam renang ke rumah Tamara Tyasmara untuk memengaruhinya melihat CCTV.

Karena belum merasa kuat, Tamara Tyasmara sertifikat waktu maksimal 7 hari. Dia minta rekaman itu disimpankan. melainkan, karena kasus kematian anaknya sudah sampai ke kantor polisi, CCTV akhirnya disita oleh belahan kepolisian.

Setelah Yudha Arfandi ditetapkan selaku Tertuding, Tamara Tyasmara untuk perdananya diperlihatkan rekaman CCTV itu.

“Aku bingung dibilang ngumpetin. Tadinya anak aku meninggal aku mau berdoa tenang,” ungkap Tamara Tyasmara.

Dia juga tak habis pikir masih disebut sengaja melindungi Yudha Arfandi.

“Aku sudah serahkan ke kepolisian. Kalau aku umpetin dia ngapain aku tindaklanjuti ini ke polisi?” ungkapnya emosi.

Simak Video “Update Kasus Anak Tamara Tyasmara: Naik Ke Penyidikan-Kekasih Jadi Saksi
[Gambas:Video 20detik]
(pus/aay)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *